Kalimat Tauhid itu fungsi Utamanya untuk Dzikir bukan untuk Simbol Bendera

Menurut pemahaman Ulama Ahlussunnah wal Jamaah “La Ilaha illa Allah”  atau “Allah” adalah kalimat Dzikir yang letaknya di hati dan diucapkan dengan lisan, sedangkan “Asyhadu an la Ilaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” adalah kalimat Ikrar syahadat yang diucapkan dengan lisan. Adapun kalimat Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad Rasulillah adalah kalimat sholawat sebagai wirid yang dilakukan dalam hati dan lisan. Itulah yang inti dan pokok yang perlu dipahami oleh pengikut Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara menulis, menggambar kalimat tauhid sebagai catatan atau tempelan berbentuk hiasan kaligrafi bukan sesuatu yang pokok, bahkan masih digantung (mu’allaq) pahalanya. Kalau hal itu mempengaruhi etika dan estetika penulis dan pemiliknya maka menjadi pahala. Akan tetapi jika justru hanya untuk pamer-pameran dan bermotivasi mencari keuntungan duniawi maka akan berbuah laknat.

Inilah penjelasan paham Ahlussunnah wal Jamaah. Makanya dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, liwa atau royyan dianggap terlalu penting banget karena yang diutamakan adalah pokoknya bukan rantingnya.

Pokoknya adalah Dzikir!!!

oleh M Ishom El Saha – Aulmnus Pesantren Futuhiyah Mranggen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *